Rabu, 08 Februari 2017

ASIDI-ALKALIMETRI



ANALISIS DAN PEMBAHASAN
TITRASI PENETRALAN ( Asidi-Alkalimetri )





 










 
Oleh :

Zumrotus Sholihah
15030194022
PKA 2015



UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
PRODI PENDIDIKAN KIMIA
2016
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
1.    Menentukan (standarisasi) larutan NaOH ±0,1 N dengan larutan baku asam oksalat

Pada percobaan ini melakukan analisis kuantitatif untuk menstandarisasi larutan baku skunder dengan larutan baku primer. Pada percobaan ini larutan NaOH sebagai larutan baku skunder dan asam oksalat sebagai larutan baku primer. Asam oksalat sebagai larutan baku primer karena zatnya stabil sehingga tidak mudah terpengaruh kemurniannya, larutan NaOH sebagai larutan baku skunder karena bersifat higroskopis sehingga mudah mengikat air dan bereaksi di udara, karena mudah mengikat air maka massa NaOH yang tidak stabil atau berubah-ubah sehingga konsentarsi yang dihasilkan tidak tetap.
  Langkah pertama, padatan asam oksalat (H2C2O4) ditimbang menggunakan neraca analitik, diperoleh massa sebesar 1,6007 gram, Kemudian dilarutkan kedalam labu ukur 250 mL yang berisi air suling dan diencerkan sampai batas meniscus. Selanjutnya, ditutup dengan penutup labu ukur dan dikocok sampai tercampur merata, sehingga diperoleh larutan baku asam oksalat (H2C2O4).
Persamaan reaksi yang terjadi
H2C2O4 (s) + H2O(aq) àH2C2O4.2H2O (aq)
Proses titrasi penetralan, Langkah pertama, bilas buret dengan larutan NaOH yang telah disiapkan untuk membersihkan buret dari zat lain, Kemudian masukkan NaOH dengan corong kaca dan turunkan larutan sampai skala nol pada buret, untuk mempermudah memulai perhitungan volume NaOH yang dibutuhkan. Kemudian memasukkan 25 mL larutan baku asam oksalat yang telah dibuat sebelumnya menggunakan pipet seukuran dan memasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 mL. Selanjutnya menambahkan air suling sebanyak 25 mL dengan menggunakan gelas ukur, Kemudian ditambahkan 3 tetes indikator PP (fenolftalin) pada erlenmeyer, larutan tidak berubah warna tetap tidak berwarna. Penggunaan indikator PP (fenolftalin) karena PP (fenolftalin)  mempunyai pKa = 9,3 (perubahan warna antara tidak berwarna sampai merah muda pada pH 8,3 - 10). Struktur PP (fenolftalin)  akan mengalami penataan ualng pada kisaran pH ini karena proton dipindahkan dari struktur fenol dari PP (fenolftalin)  sehingga pH-nya meningkat akibat akan terjadi perubahan warna. PP (fenolftalin)  bersifat asam lemah, karena syarat suatu indikator adalah asam atau basa lemah yang berubah warna diantara bentuk terionisasinya dan bentuk tidak terionisasinya. Pada titrasi ini juga terjadi reaksi antara basa kuat yaitu NaOH dengan asam lemah yaitu H2C2O4 sehingga menghasilkan garam yang bersifat basa sehingga dipilih indikator PP yang memiliki rentang perubahan dari tidak berwarna menjadi merah muda pada pH 8,3 - 10 sehingga akan muda mengamati perubahn warna yang terjadi.
Kemudian menitrasi asam oksalat dalam erlenmeyer dengan menggunakkan larutan NaOH hingga terjadi perubahan warna yang awalnya tidak berwarna menjadi berwarna merah muda. Pada saat terjadi perubahan warna maka telah tercapai titik akhir dan titik ekivalen telat terlampaui, karena titrasi dihentikan jika terjadi perubahan warna dan perubahan warna itu terjadi karena kelebihan penetrasi (larutan NaOH) yang bereaksi dengan indikator.
Persamaan reaksi yang terjadi
NaOH(aq) + H2C2O4(aq) à Na2C2O4(aq) + H2O(l)
Kemudian dibaca angka pada buret untuk menghitung volume larutan NaOH yang digunakan dalam titrasi dan diulangi titrasi sebanyak 3 kali. Berikut ini adalah volume larutan NaOH yang digunakan dalam titrasi dalam tiga kali percobaan :
·         Volume larutan NaOH percobaan 1 = 8,5 mL
·         Volume larutan NaOH percobaan 2 = 8,7 mL
·         Volume larutan NaOH percobaan 3 = 8,7 mL
Setelah itu dihitung normalitas dari larutan NaOH dengan menggunakan rumus
                
                     
erikut ini adalah normalitas larutan NaOH yang diperoleh setiap percobaan :
·         Normalitas larutan NaOH pada percobaan 1 = 0,1195 N
·         Normalitas larutan NaOH pada percobaan 2 = 0,1168 N
·         Normalitas larutan NaOH pada percobaan 3 = 0,1168 N
Kemudian dari Normalitas larutan NaOH yang diperoleh diatas, dirata-rata untuk mendapatkan normalitas larutan NaOH rata-rata yaitu  = 0,1177 N.
2.      Menentukan kadar sitrat dalam  air jeruk.
Percobaan kedua yaitu menentukan kadar sitrat yang terdapat dalam air jeruk dengan menggunakan larutan standar NaOH yang telah diketahui konsentrasinya dari percobaan sebelumnya. Jenis jeruk yang digunakan adalah buah jeruh manis.
Langkah pertama, menimbang air jeruk buah yang telah diperas dengan menggunakan neraca analitik, diperoleh massa sebesar 1,0083 gram. Kemudian dilarutkan air jeruk buah ke dalam labu ukur 100 mL dan diambil 10 mL larutan menggunakan pipet seukuran dan memasukkan ke erlenmeyer. Kemudian ditambahkan 25 mL aquades dan 3 tetes indikator PP (fenolftalin) tidak terjadi perubahan warna larutan tetap berwarna orange pudar. Penggunaan indikator PP (fenolftalin) karena PP (fenolftalin)  mempunyai pKa = 9,3 (perubahan warna antara tidak berwarna samapi merah muda pada pH 8,3 - 10). Struktur PP (fenolftalin)  akan mengalami penataan ualng pada kisaran pH ini karena proton dipindahkan dari struktur fenol dari PP (fenolftalin)  sehingga pH-nya meningkat akibat akan terjadi perubahan warna. PP (fenolftalin)  bersifat asam lemah, karena syarat suatu indikator adalah asam atau basa lemah yang berubah warna diantara bentuk terionisasinya dan bentuk tidak terionisasinya. Pada titrasi ini juga terjadi reaksi antara basa kuat yaitu NaOH dengan asam lemah yaitu air jeruk buah yang mengandung asam sitrat sehingga menghasilkan garam yang bersifat basa sehingga dipilih indikator PP yang memiliki rentang perubahan dari tidak berwarna menjadi merah muda pada pH 8,3 - 10 sehingga akan muda mengamati perubahn warna yang terjadi.
Kemudian menitrasi air jeruk buah dalam erlenmeyer tadi dengan larutan NaOH hingga terjadi perubahan warna yang awalnya orange pudar menjadi berwarna jingga. Pada saat terjadi perubahan warna maka telah tercapai titik akhir dan titik ekivalen telat terlampaui, karena titrasi dihentikan jika terjadi perubahan warna dan perubahan warna itu terjadi karena kelebihan penetrasi yang bereaksi dengan indikator.
Persamaan  reaksi sebagai berikut :
C6H8O7(aq) + 3 NaOH (aq) → Na3(C6H5O7)(aq)+3 H2O(l)
Kemudian dibaca angka pada buret untuk menghitung volume larutan NaOH yang digunakan dalam titrasi dan diulangi titrasi sebanyak 3 kali. Berikut ini adalah volume larutan NaOH yang digunakan dalam titrasi dalam tiga kali percobaan :
·         Volume larutan NaOH percobaan 1 = 0,4 mL
·         Volume larutan NaOH percobaan 2 = 0,6 mL
·         Volume larutan NaOH percobaan 3 = 0,4 mL
Setelah itu dihitung kadar asam sitrat dalam air jeruk buah  dengan menggunakan rumus
erikut ini adalah kadar asam sitrat dalam air jeruk buah  yang diperoleh setiap percobaan :
·         Kadar C6H8O7 pada percobaan 1 = 0,3014 %
·         Kadar C6H8O7 pada percobaan 2 = 0,4521 %
·         Kadar C6H8O7 pada percobaan 3 = 0,3014 %
Kemudian dari kadar C6H8O7  diatas dirata-rata untuk mendapatkan kadar C6H8O7 rata-rata dalam air jeruk buah yaitu  = 0,3426 %
Pada jeruk nipis dan lemon yang rasanya sangat asam menurut teori kadar asam sitratnya sebesar 8 %. Pada percobaan tersebut kadar asam sitrat (C6H8O7) dalam air jeruk buah sangatlah sedikit 0,3426 % hal ini bisa diperkuat dari rasa jeruk yang manis sehingga kadar asam sitrat (0,3426 %) didalamnya juga sangat kecil.
SIMPULAN
1.    Standarisasi larutan basa NaOH dengan larutan asam oksalat berdasarkan percobaan diperoleh Normalitas NaOH pada 3 kali pengulangan sebesar 0,1195 N ; 0,1168 N ; dan 0,1168 N.  Sehingga  diperoleh Normalitas rata-rata larutan NaOH adalah 0,1177 N
2.    Pada percobaan mengetahui kadar asam sitrat dalam air jeruk setelah tiga kali pengulangan diperoleh bahwa kadar sitrat dalam air jeruk buah pada 3 kali pengulangan titrasi adalah 0,3014 % ; 0,4521 % ; dan 0,3014 %.  Sehingga diperoleh rata-rata kadar sitrat dalam air jeruk buah adalah 0,3426 %.

KEMBALI LAGI

Assalammu'alaikum.
Alhamdulillah masih nemu email dan passwordnya yeeay...!!!
setelah sekian lama vakum. in syaa Allah akan aktif lagiii.
FYI, sekarang aku sudah kuliah S1 pendidikan kimia-Universitas Negeri Surabaya.
itu saja sedikit pembukaan (lagi) dari aku. Hari ini aku nemu satu kalimat, gara-garanya dari tadi siang nganggur di kosan.

KALAU DITULIS, BISA BEGINI :
" Kadang aku ingin sendiri
   Butuh.
   tapi ketahuilah,
   Aku tak bisa benar-benar sendiri.

sekian!!
ohyaa, post berikutnya mungkin aku akan share tentang KIMIA.
Wassalammu'alaikum